NarasiPublik — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah terus memperkuat komitmen terhadap tata kelola keuangan dan aset negara yang transparan dan akuntabel.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Rekonsiliasi Laporan Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Semester I Tahun 2025 yang resmi dibuka oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, pada Sabtu (5/7/2025) di Aula Lapas Palu.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai 5 hingga 7 Juli 2025, ini melibatkan seluruh operator keuangan dan pengelola BMN dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Bagus Kurniawan menegaskan bahwa rekonsiliasi bukan sekadar rutinitas administratif, namun merupakan bagian penting dari tanggung jawab institusi dalam menjaga kepercayaan publik.
“Ini bukan sekadar penyusunan angka. Kita bicara soal integritas, soal akuntabilitas kinerja yang jadi fondasi reformasi birokrasi. Rekonsiliasi ini adalah bagian dari kerja cerdas untuk menjaga marwah institusi,” tegas Bagus di hadapan peserta.
Sebagai bentuk penguatan teknis, kegiatan ini juga mendapat pendampingan langsung dari Kepala Bagian Keuangan Ditjenpas, Fransiscus Alimin, dan Penyusun Laporan Keuangan Ditjenpas, Woro Wijayanti, yang memberikan arahan menyeluruh terkait teknis pelaporan keuangan dan pengelolaan BMN sesuai regulasi terbaru.
Lebih lanjut, Bagus menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian dan sinkronisasi data antara pelaporan keuangan dan realisasi aset di setiap UPT, sehingga menghasilkan laporan yang akurat, valid, dan tepat waktu sebagai bentuk pertanggungjawaban keuangan negara.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi dan refleksi atas kinerja pengelolaan anggaran semester I, serta menyusun strategi percepatan realisasi anggaran semester II agar selaras dengan target kinerja yang telah ditetapkan.
“Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbaiki apa yang kurang, menyamakan persepsi, serta menyiapkan langkah strategis menghadapi semester berikutnya. Kita harus berani berubah, berani terbuka, dan berani akuntabel,” jelas Bagus.
Dengan semangat kolaboratif dan sinergi lintas unit, Kanwil Ditjenpas Sulteng optimistis bahwa hasil dari rekonsiliasi ini akan menjadi pijakan penting dalam memperkuat sistem pengelolaan keuangan dan aset yang profesional, bersih, dan berintegritas di lingkungan pemasyarakatan.