NarasiPublik - Dalam kegiatan internal yang ditandai dengan penggunaan seragam KORPRI oleh seluruh ASN, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kakanwil Kemenkum Sulteng), Rakhmat Renaldy memberikan fokus khusus pada layanan padanan data fidusia yang menjadi salah satu layanan paling krusial dalam pelayanan administrasi hukum umum.
Rakhmat Renaldy menegaskan bahwa fidusia merupakan penopang penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat, sebab layanan ini berkaitan dengan jaminan pembiayaan dan perlindungan hukum berbagai sektor bisnis. “Kesalahan data sedikit saja dapat berdampak pada kerugian besar. Karena itu, profesionalisme menjadi kunci,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa padanan data fidusia harus dilakukan dengan akurasi tinggi, prosedur yang ketat, dan pelayanan yang cepat tanpa mengabaikan integritas. Seluruh operator AHU diminta untuk bekerja dengan standar yang seragam agar hasil layanan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Momentum penggunaan seragam KORPRI, menurutnya, menjadi pengingat bahwa ASN memiliki peran moral dan profesional dalam menjaga wajah negara. “Seragam ini membawa pesan bahwa kita harus bekerja tanpa cela,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta tim pengamanan mendukung proses layanan fidusia dengan menciptakan ruang pelayanan yang kondusif. Pelayanan pengamanan yang humanis, ramah, dan komunikatif disebutnya sebagai bagian dari mutu pelayanan publik modern.
Rakhmat juga menegaskan bahwa seluruh jajaran harus memegang teguh nilai Berorientasi Pelayanan dalam core values BerAKHLAK. Ia menyebutkan bahwa layanan hukum adalah urusan yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat, sehingga harus ditangani dengan penuh tanggung jawab.
Dalam arahannya kepada CPNS, ia meminta mereka memahami betapa pentingnya digitalisasi layanan dan ketepatan data. Aksi perubahan yang mereka hasilkan harus dapat mendukung transformasi layanan administrasi hukum di masa mendatang.
“Jaga profesionalisme, jaga integritas, dan pastikan layanan fidusia kita menjadi contoh bagi daerah lain,” tutup Rakhmat Renaldy.
