TpA0TfOlGSG0GfO5BSMiTfA6BY==

Orientasi Tugas dan Fungsi: 34 Peserta Magang Dibekali Ilmu Pemasyarakatan di LPKA Palu

NarasiPublik - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul dengan menerima 34 orang peserta magang dari berbagai institusi pendidikan. Sebagai langkah awal dan fundamental, seluruh peserta magang diberikan pembekalan intensif mengenai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) lembaga, yang disampaikan langsung oleh Kepala LPKA Palu, Welli, didampingi oleh para pejabat struktural pada Rabu, (26/11/25).

Acara pembekalan yang berlangsung di Aula LPKA Palu ini bertujuan agar para peserta magang dapat memahami secara utuh peran vital LPKA dalam sistem peradilan pidana anak dan dapat menjalankan tugas-tugas pendukung selama periode magang dengan penuh tanggung jawab.

Pembekalan tidak hanya dipimpin oleh Kepala LPKA, namun juga melibatkan pimpinan dari empat seksi utama, yakni Kepala Sub Bagian Umum, Kepala Seksi Pembinaan, Kepala Seksi Pengawasan serta Kepala Seksi Registrasi dan Klasifikasi. Masing-masing pejabat memaparkan secara rinci mengenai tugas dan tanggung jawab di unit kerjanya:

Kepala Sub Bagian Umum: Memaparkan tentang administrasi umum, kepegawaian, keuangan, dan tata laksana surat-menyurat yang menjadi tulang punggung operasional lembaga.

Kepala Seksi Pembinaan: Menjelaskan program-program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang diterapkan untuk Anak Binaan, mulai dari pendidikan formal, keterampilan kerja, hingga kegiatan keagamaan.

Kepala Seksi Pengawasan: Memastikan keamanan dan ketertiban di dalam LPKA, serta penegakan disiplin

Kepala Seksi Registrasi dan Klasifikasi: Memberikan pemahaman mendalam tentang proses penerimaan, pencatatan data, penggolongan, serta penempatan Anak Binaan sesuai dengan kategori dan kebutuhan pembinaan mereka.

Dalam arahannya, Kepala LPKA Palu, Welli, menekankan pentingnya integritas, disiplin, dan etika kerja, terutama dalam berinteraksi dengan Anak Binaan. Beliau menegaskan bahwa LPKA adalah lembaga yang sangat spesifik, di mana pendekatan humanis harus diutamakan.

"Kami menyambut baik adik-adik peserta magang. Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Di LPKA Palu, kalian tidak hanya akan belajar tentang administrasi, tetapi yang paling utama adalah belajar tentang kemanusiaan dan perubahan. Kami berharap selama di sini, kalian dapat menjunjung tinggi integritas, bekerja dengan penuh semangat dan, yang terpenting, jadikan pengalaman ini sebagai ladang amal dan pembelajaran. Ingat, setiap interaksi kalian dengan Anak Binaan adalah bagian dari proses pembinaan mereka," ujar Welli, Kepala LPKA Palu.

Beliau juga mendorong agar para peserta magang tidak ragu untuk berinovasi dan memberikan masukan konstruktif demi kemajuan program pembinaan.

Sebanyak 34 peserta magang yang hadir terlihat antusias menyimak setiap materi. Sesi tanya jawab menjadi momen aktif bagi mereka untuk menggali lebih dalam mengenai praktik kerja di lapangan. Mereka menyadari bahwa lingkungan LPKA menawarkan tantangan dan pengalaman unik yang tidak didapatkan di bangku kuliah.

Salah satu perwakilan peserta magang, Dwi Putri, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan ini. "Kami sangat berterima kasih atas pembekalan yang komprehensif ini. Arahan dari Bapak Kepala dan para Kepala Seksi sangat membuka wawasan kami tentang kompleksitas tugas di LPKA. Setelah ini, kami menjadi lebih siap dan termotivasi untuk berkontribusi, terutama dalam mendukung program pembinaan anak. Kami berharap dapat menerapkan ilmu yang kami miliki dan mengambil pelajaran berharga selama magang di sini," kata Dwi.

Dengan adanya pembekalan ini, LPKA Palu berharap para peserta magang dapat segera beradaptasi, memahami nilai-nilai Pemasyarakatan, serta menjadi bagian dari upaya LPKA Palu dalam mengembalikan Anak Binaan menjadi pribadi yang produktif dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Type above and press Enter to search.