NarasiPublik – Pemerintah Kabupaten Banggai kembali membuktikan komitmennya dalam memperkuat akses keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hingga akhir 2025, seluruh desa dan kelurahan di Banggai telah memiliki Pos Bantuan Hukum (Posbankum), dengan total 337 unit, terdiri dari 291 desa dan 46 kelurahan.
Capaian 100 persen ini menunjukkan bahwa layanan hukum tidak lagi terpusat di wilayah perkotaan, tetapi benar-benar hadir hingga ke pelosok. Posbankum kini menjadi ujung tombak pelayanan hukum dasar, mulai dari konsultasi, pendampingan awal, hingga rujukan layanan bantuan hukum lanjutan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng), Rakhmat Renaldy, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai langkah strategis ini sebagai wujud nyata komitmen Banggai dalam melindungi hak-hak hukum masyarakat.
“Capaian ini menunjukkan betapa seriusnya Pemerintah Kabupaten Banggai dalam memastikan akses layanan hukum tersedia bagi semua warga tanpa terkecuali. Kami sangat mengapresiasi kerja sama strategis ini,” ujarnya.
Menurut Rakhmat, keberadaan Posbankum sangat penting dalam membangun kesadaran hukum masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, potensi konflik hukum dapat ditekan, sehingga tercipta kehidupan sosial yang lebih tertib dan harmonis.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini harus dibarengi dengan keberlanjutan layanan yang berkualitas.
“Kami terus berkomitmen memperkuat pendampingan dan memastikan setiap Posbankum dapat berfungsi optimal. Ini bukan hanya soal jumlah, tetapi bagaimana kehadirannya benar-benar membantu masyarakat dalam memahami dan memperoleh hak hukumnya,” jelas Rakhmat Renaldy.
Kanwil Kemenkum Sulteng berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan kepada Banggai melalui pembinaan pengelola Posbankum, peningkatan kapasitas paralegal desa, serta integrasi layanan dengan program nasional bantuan hukum.
Dengan pencapaian ini, Banggai dinilai telah selangkah lebih maju dalam membangun masyarakat sadar hukum serta menciptakan rasa keadilan yang nyata dan dirasakan langsung oleh warganya.
