NarasiPublik -- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu melaksanakan Rapat Perencanaan Menu Warga Binaan Tahun Anggaran 2026 bertempat di Ruang Aula Lapas pada Selasa pukul 10.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh Kasi Binadik (Meliana),Ka KPLP (I Made Sudiasa), Kasi Giatja (I Made Budana), Kasubsi Registrasi (Sumerta), Kaur Kepegawaian (Nasruddin), serta pegawai terkait, Selasa (02/12).
Rapat ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dasar bagi warga binaan, khususnya pada aspek pemenuhan kebutuhan gizi. Selain itu, rapat bertujuan untuk menyusun menu makanan yang lebih variatif, seimbang, serta efisien dalam penggunaan anggaran tahun 2026.
Dalam pemaparannya, Kasi Binadik Meliana menyampaikan pentingnya perencanaan menu yang terarah dan berbasis kebutuhan gizi.
"Dengan perencanaan menu yang baik, kita dapat meningkatkan kualitas hidup warga binaan dan memberikan kontribusi positif bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka. Ini merupakan bagian penting dari pemenuhan hak dasar warga binaan dan menjadi elemen penting dalam proses pembinaan," ujar Meliana.
Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, turut menegaskan komitmen jajaran dalam menyusun menu yang tepat guna dan tepat sasaran.
"Menu tahun anggaran 2026 disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi, kondisi kesehatan warga binaan, serta kemampuan anggaran. Harapannya, penyajian makanan dapat semakin berkualitas dan mendukung pelaksanaan pembinaan secara optimal," jelas Kalapas Makmur.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi atas pelaksanaan rapat ini dan menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan dasar sebagai bagian dari reformasi pemasyarakatan.
"Pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk makanan bergizi dan layak, adalah wujud nyata komitmen kita dalam memberikan pelayanan terbaik di lingkungan pemasyarakatan. Saya berharap perencanaan menu tahun 2026 dilakukan secara cermat, akuntabel, dan berorientasi pada pemenuhan standar gizi," ungkap Kakanwil.
Beliau juga menambahkan bahwa peningkatan layanan seperti penyediaan makanan bukan sekadar administrasi, melainkan bagian penting dalam menjaga stabilitas pembinaan.
Rapat berlangsung kondusif dan produktif dengan berbagai masukan terkait variasi menu, stok bahan pangan, dan evaluasi menu tahun sebelumnya. Lapas Palu menargetkan agar penyajian makanan tahun 2026 dapat lebih baik, sehat, dan sesuai kebutuhan warga binaan.
