TpA0TfOlGSG0GfO5BSMiTfA6BY==

Wujudkan Asta Cita Presiden, Lapas Palu Sukses Panen Perdana Jagung Manis Dukung Ketahanan Pangan Nasional

NarasiPublik – Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu secara konsisten melaksanakan kegiatan pertanian produktif sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan nasional.

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Panen Raya Serentak Program Ketahanan Pangan Pemasyarakatan yang dijadwalkan pada Januari 2026, seluruh satuan kerja pemasyarakatan terus didorong untuk mengoptimalkan kegiatan ketahanan pangan yang telah berjalan, baik di Lapas, Rutan, LPKA, maupun Bapas, khususnya pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Selain itu, penguatan manajemen kegiatan juga dilakukan guna memastikan kesiapan menuju pelaksanaan panen serentak tersebut.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pada Senin, 12 Januari 2026, Lapas Kelas IIA Palu melaksanakan Panen Perdana Jagung Manis yang berlokasi di halaman samping Lapas Kelas IIA Palu dengan total hasil panen sekitar 200 kilogram. Kegiatan panen dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Palu (Makmur), didampingi Kasi Giatja (I Made Budana), Kasi Binadik (Meliana), KPLP (I Made Sudiasa), beserta staf dan mahasiswa magang.

Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian ini merupakan bagian dari pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan WBP.

“Program ketahanan pangan melalui SAE ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan internal Lapas, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan kerja, etos disiplin, serta tanggung jawab yang dapat menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkapnya.

Hasil panen jagung manis tersebut selanjutnya diserahkan ke dapur Lapas melalui penyedia bahan makanan (vendor) untuk diolah dan dikonsumsi oleh WBP, sekaligus sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian SAE.

Selain kegiatan panen, WBP yang berada di Desa Langaleso juga melaksanakan kegiatan pembersihan gulma pada tanaman jagung manis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi persaingan unsur hara, menjaga kebersihan lahan, serta mendukung pertumbuhan tanaman agar hasil panen lebih optimal.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi atas pelaksanaan program ketahanan pangan di Lapas Kelas IIA Palu.

“Kami mendorong seluruh UPT Pemasyarakatan di Sulawesi Tengah agar terus mengoptimalkan program ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Kegiatan ini sejalan dengan arahan pimpinan pusat dan menjadi kontribusi nyata Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIA Palu melalui Seksi Kegiatan Kerja, dengan sasaran peningkatan keterampilan kerja, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab Warga Binaan Pemasyarakatan. 

Type above and press Enter to search.