NarasiPublik – Suasana khidmat terlihat di Masjid Pondok Pesantren At-Taubah Lapas Kelas IIB Amuntai saat warga binaan mengikuti kegiatan rutin pembacaan maulid, Minggu (15/03/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu program pembinaan keagamaan yang secara konsisten dilaksanakan untuk memperkuat nilai spiritual dan meningkatkan keimanan warga binaan.
Puluhan warga binaan tampak duduk bersaf di dalam masjid sambil melantunkan syair-syair maulid yang diiringi alat musik rebana. Lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema di dalam masjid, menciptakan suasana religius dan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini dipimpin oleh santri pondok pesantren At-Taubah yang juga berasal dari warga binaan Lapas Amuntai.
Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menyampaikan bahwa kegiatan pembacaan maulid merupakan bagian dari pembinaan kerohanian yang terus didorong agar warga binaan dapat memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
“Melalui kegiatan keagamaan seperti pembacaan maulid ini, kami berharap warga binaan dapat menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat akhlak dan spiritualitas mereka,” ujar Gusti Iskandarsyah.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Pondok Pesantren At-Taubah di lingkungan Lapas Amuntai menjadi sarana pembinaan yang efektif dalam membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
Selain mempererat kebersamaan antarwarga binaan, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi mereka untuk mendalami nilai-nilai keagamaan, memperkuat keimanan, serta menanamkan semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih positif di masa mendatang.
