NarasiPublik — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Amuntai terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan budidaya perikanan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah penyortiran ikan lele, yang dilakukan secara rutin guna menjaga kualitas serta pertumbuhan ikan agar tetap optimal. Dalam kegiatan ini, warga binaan dilibatkan langsung untuk memilah ikan berdasarkan ukuran, sehingga dapat mencegah persaingan pakan yang tidak merata serta meminimalisir risiko kematian ikan.
Kegiatan penyortiran ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil budidaya, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi warga binaan dalam memahami teknik dasar pengelolaan perikanan. Dengan pendampingan petugas, warga binaan dibekali keterampilan mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan, hingga proses penyortiran yang baik dan benar.
Kalapas Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan yang berkelanjutan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang produktif dan bernilai ekonomis. Ia menegaskan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah bebas nanti, sehingga mereka mampu mandiri dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Gusti Iskandarsyah juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan berbasis kemandirian, termasuk sektor perikanan, pertanian, dan kegiatan produktif lainnya. Hal ini sebagai bentuk komitmen Lapas Amuntai dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang aktif, kreatif, serta memberikan dampak positif bagi warga binaan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Amuntai berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya bersifat pembelajaran, tetapi juga memberikan manfaat nyata baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke lingkungan sosial.
