NarasiPublik - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali menunjukkan hasil positif dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Melalui kegiatan yang dilaksanakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Desa Langaleso, warga binaan berhasil melakukan panen sayuran sawi dengan hasil mencapai 40 kilogram. Hasil panen tersebut selanjutnya akan disalurkan ke dapur Lapas Palu untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan bagi warga binaan, Selasa (12/05).
Kegiatan panen ini merupakan bagian dari program pembinaan berbasis ketahanan pangan yang terus dikembangkan oleh Lapas Palu. Dengan memanfaatkan lahan produktif di SAE Langaleso, warga binaan dibimbing untuk belajar bercocok tanam mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen. Program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembentukan keterampilan dan karakter positif bagi warga binaan.
Dengan pendampingan petugas pembinaan, hasil panen dikumpulkan dan dipersiapkan untuk didistribusikan ke dapur Lapas Palu. Pemanfaatan hasil panen untuk kebutuhan dapur dinilai mampu mendukung pemenuhan bahan pangan sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi makanan bagi warga binaan di Lapas Palu.
Kalapas Palu menyampaikan bahwa kegiatan pertanian yang dijalankan di SAE Langaleso merupakan bentuk nyata pembinaan produktif yang terus dioptimalkan. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan keterampilan warga binaan serta mendukung program ketahanan pangan.
“Melalui kegiatan pertanian ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan yang bermanfaat, tetapi mereka dapat belajar tentang tanggung jawab dan disiplin. Hasil panen yang dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur lapas menjadi bukti bahwa program pembinaan dapat memberikan kontribusi positif dan nyata,” ujar Makmur.
Sementara itu, salah seorang warga binaan mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan pertanian di SAE Langaleso. Ia mengatakan bahwa kegiatan bercocok tanam memberikan pengalaman baru dan menjadi aktivitas positif selama menjalani masa pembinaan.
“Kami merasa bangga karena hasil panen ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan di dalam lapas. Kegiatan seperti ini membuat kami lebih semangat dan memberi bekal keterampilan yang nantinya bisa digunakan setelah bebas,” ungkap om Aco.
Melalui program pembinaan kemandirian di bidang pertanian tersebut, Lapas Palu terus berkomitmen menciptakan kegiatan positif dan produktif bagi warga binaan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga diharapkan mampu membentuk pribadi warga binaan yang lebih mandiri, terampil, dan siap kembali ke tengah masyarakat. Humas Lapas Palu
