NarasiPublik – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan terus memperkuat keterbukaan informasi dan edukasi publik salah satunya melalui partisipasi dalam talkshow “Banjarmasin Post Bicara Apa Saja” dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Kamis (7/5).
Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Sugito, menegaskan bahwa Pemasyarakatan saat ini terus bertransformasi menjadi institusi pembinaan yang lebih humanis dan produktif.
“Pemasyarakatan hadir bukan sekadar menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga membina dan mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan perubahan perilaku, keterampilan, dan semangat hidup yang lebih baik,” ujarnya, didampingi Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Martapura, Evi Loliancy.
Dalam talkshow tersebut, dijelaskan pula kondisi pemasyarakatan di Kalimantan Selatan, termasuk tantangan overkapasitas serta berbagai upaya pembinaan yang terus dijalankan secara berkelanjutan di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan.
Sugito menyampaikan bahwa pembinaan yang dilaksanakan meliputi pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian.
“Pembinaan mental spiritual, pendidikan kesetaraan, wawasan kebangsaan, hingga pelatihan keterampilan kerja terus kami optimalkan sebagai bekal warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif,” tambahnya.
Banjarmasin Post juga menyoroti bahwa lembaga pemasyarakatan saat ini tidak sekadar menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang memberikan keterampilan, pembentukan akhlak, penguatan mental, dan berbagai bekal positif agar warga binaan dapat kembali membaur di tengah masyarakat dengan lebih baik.
Kesempatan tersebut, Sugito juga mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus mendukung proses pembinaan warga binaan melalui sinergi dan kolaborasi.
“Kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa Pemasyarakatan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang bermanfaat dan berdampak. Dukungan seluruh pihak sangat penting dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan,” tutup Sugito.
Sementara itu, Evi Loliancy, menjelaskan berbagai program pembinaan yang dijalankan di Lapas perempuan, mulai dari tata boga, menjahit, kerajinan tangan, pertanian, hingga pengembangan UMKM hasil karya warga binaan.
“Kami ingin warga binaan memiliki rasa percaya diri dan kemampuan setelah selesai menjalani masa pidana. Pembinaan yang diberikan diarahkan agar memiliki nilai manfaat dan dapat mendukung proses reintegrasi sosial,” ungkap Evi.
Selain program pembinaan, talkshow juga membahas pelayanan kesehatan rutin, skrining penyakit menular, pembinaan olahraga, program ketahanan pangan, pengembangan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), serta pendidikan formal dan nonformal melalui kerja sama lintas sektor.
Kegiatan talkshow sekaligus menjadi sarana publikasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan di Kalimantan Selatan. Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan Pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berdampak bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat.
