Narasipublik — Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura menyelenggarakan layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile HIV/AIDS bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Kamis (30/4). Bertempat di aula tengah, kegiatan ini menyasar 200 orang WBP sebagai upaya deteksi dini dan perlindungan kesehatan di lingkungan lapas.
Program ini merupakan kolaborasi petugas kesehatan Lapas dengan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melalui Puskesmas Martapura I. Selain tes kesehatan, dr. Hartini selaku dokter Lapas Perempuan Martapura menjelaskan pentingnya pemeriksaan ini bagi lingkungan hunian.
"Melalui VCT Mobile ini, kita berupaya menciptakan lingkungan Lapas yang sehat dan bebas dari penularan penyakit menular. Pendampingan medis secara langsung sangat penting untuk memastikan setiap warga binaan memahami kondisi kesehatan mereka sendiri," ujar dr. Hartini.
Pahrina, Pengelola Program HIV/AIDS Puskesmas Martapura I, juga menjelaskan bahwa deteksi dini sangat krusial. "Jika diketahui lebih awal, pengobatan terapi antiretroviral (ARV) bisa segera dilakukan untuk menjaga kualitas hidup dan memperpanjang harapan hidup pasien," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Binadik Lapas Perempuan Martapura, Rose Mery, menekankan pentingnya hak kesehatan bagi warga binaan.
"Kegiatan ini adalah komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Kami ingin memastikan seluruh warga binaan mendapatkan akses deteksi dini yang memadai, sehingga mereka tetap sehat dan produktif selama menjalani masa pembinaan di sini," pungkas Rose Mery.
Pelaksanaan VCT Mobile berlangsung tertib dengan antusiasme tinggi dari para Warga Binaan. Melalui pendekatan konseling sukarela dan pendampingan medis langsung, diharapkan kesadaran akan pola hidup sehat di dalam Lapas terus meningkat.
- LPP Martapura
