NarasiPublik - Dalam upaya menjaga kualitas hasil pertanian sekaligus meningkatkan keberhasilan program pembinaan kemandirian, petugas LembagaPemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) melaksanakan kegiatan perawatan tanaman jambu kristal di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Desa Langaleso. Kegiatan tersebut difokuskan pada pembungkusan buah jambu menggunakan plastik pelindung serta penyemprotan hama guna menjaga buah tetap sehat, bersih, dan memiliki nilai jual tinggi, Kamis (4/6).
Sejak pagi hari, suasana kebun jambu kristal tampak aktif dengan keterlibatan petugasdan warga binaan yang bekerja sama melakukan perawatan secara teliti. Buah-buah jambu yang mulai berkembang dibungkus satu per satu menggunakan plastik khusus agar terlindungi dari serangan serangga, perubahan cuaca, serta risiko kerusakan fisik. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga tampilan buah tetap mulus dan segar hingga masa panen tiba.
Selain pembungkusan buah, kegiatan juga dilanjutkan dengan penyemprotan hama pada area tanaman menggunakan metode yang terukur dan aman. Penyemprotan dilakukan guna mencegah serangan organisme pengganggu tanaman yang dapat menurunkan kualitas maupun produktivitas kebun. Dengan perawatan rutin tersebut, tanaman jambu kristal diharapkan dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas unggul.
Petugas pembinaan menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga hasil pertanian, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan untuk mempelajari teknik budidaya tanaman buah yang baik dan benar. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, warga binaan memperoleh pengalaman baru mengenai pentingnya perawatan tanaman, pengendalian hama, hingga menjaga mutu hasil panen agar mampu bersaing di pasaran.
"Kami terus mendampingi warga binaan dalam proses perawatan tanaman jambu kristal, mulai dari pembungkusan buah hingga penyemprotan hama. Kegiatan ini penting untuk menjaga kualitas hasil panen agar tetap baik dan bernilai jual. Selain itu, kami ingin memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada warga binaan agar mereka memahami cara budidaya tanaman yang benar dan dapat menjadi bekal positif setelah kembali ke masyarakat," ujar Rizki.
Warga binaan yang mengikuti kegiatan tampak antusias dan penuh semangat. Mereka bekerja sama dengan disiplin sambil mengikuti arahan petugas selama proses perawatan berlangsung. Selain menambah keterampilan praktis, kegiatan ini juga menanamkan nilai tanggung jawab, kerja keras, serta kebersamaan di lingkungan pembinaan.
"Kami senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan perawatan jambu kristal ini. Melalui pembungkusan buah dan penyemprotan hama, kami belajar bagaimana menjaga kualitas hasil panen agar tetap bagus. Kegiatan seperti ini memberi pengalaman baru, menambah keterampilan, serta membuat kami merasa lebih produktif selama menjalani masa pembinaan di Lapas Palu," ujar Aco.
Ditempat yang berbeda Kalapas Palu mengungkapkan bahwa program pertanian yang terus dikembangkan oleh Lapas Palu merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pembinaan produktif dan berkelanjutan kepada warga binaan.
"Kami meyakini bahwa pembinaan yang diberikan kepada warga binaan merupakan bentuk komitmen nyata dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Melalui berbagai kegiatan keterampilan dan kemandirian, kami berharap warga binaan memiliki bekal positif, meningkatkan kemampuan diri, serta siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," ungkap Makmur.
Dengan menjaga kualitas jambu kristal melalui perawatan intensif, diharapkan hasil panen nantinya mampu memberikan manfaat ekonomi serta menjadi motivasi bagi warga binaan untuk memiliki bekal keterampilan setelah kembali ke tengah Masyarakat.
