TpA0TfOlGSG0GfO5BSMiTfA6BY==

Perkuat Pencegahan Penyakit Menular, Lapas Palu Gelar Skrining VCT Mobile

NarasiPublik - Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan serta upaya pencegahan penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu melaksanakan kegiatan Skrining Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (2/6).

Kegiatan skrining kesehatan ini dilaksanakan oleh Tenaga Kesehatan Lapas Kelas IIA Palu dan didampingi oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Bayu Prianto, S.H. Kegiatan tersebut juga merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Palu, Puskesmas Bulili, serta Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

Skrining VCT Mobile bertujuan untuk mendeteksi secara dini potensi infeksi HIV/AIDS pada kelompok berisiko, khususnya Warga Binaan Lapas Kelas IIA Palu. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala sebagai langkah preventif untuk mencegah penyebaran penyakit menular, terutama HIV/AIDS, di dalam lingkungan lapas. Warga binaan yang terindikasi memiliki penyakit menular akan mendapatkan penanganan serta pemeriksaan lanjutan sesuai dengan prosedur medis.

Sebanyak 202 orang WBP mengikuti kegiatan skrining tersebut. Dari hasil pemeriksaan, terdeteksi 1 orang WBP dengan indikasi Hepatitis C dan 3 orang WBP dinyatakan positif Sifilis.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu, Makmur, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Lapas Palu dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada warga binaan.

"Skrining VCT Mobile ini merupakan langkah preventif dan deteksi dini yang sangat penting untuk menjaga kesehatan warga binaan serta mencegah penyebaran penyakit menular di dalam lapas. Kami memastikan bahwa setiap warga binaan yang terindikasi akan mendapatkan penanganan dan tindak lanjut medis sesuai prosedur," ujar Makmur.

Sebagai tindak lanjut, seluruh WBP yang telah menjalani skrining akan dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa pengambilan darah di Puskesmas Bulili. Khusus bagi 3 orang WBP yang terdeteksi Sifilis, akan dilakukan penyuntikan secara berkala selama tiga minggu, serta pemeriksaan ulang HIV guna menegakkan diagnosis secara akurat.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pelayanan kesehatan pemasyarakatan.

"Upaya skrining kesehatan seperti ini merupakan bentuk nyata komitmen pemasyarakatan dalam melindungi hak kesehatan warga binaan. Saya mengapresiasi kerja sama Lapas Palu dengan instansi kesehatan, serta berharap kegiatan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi menciptakan lapas yang sehat dan humanis," ungkapnya.

Lapas Kelas IIA Palu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular, sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, sehat, dan nyaman. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. 

Type above and press Enter to search.