TpA0TfOlGSG0GfO5BSMiTfA6BY==

Pare Berbuah Manis, Lapas Amuntai Panen 7 Kilogram untuk Perkuat Program Ketahanan Pangan

NarasiPublik – Program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Amuntai kembali menunjukkan hasil positif. Warga binaan bersama petugas berhasil memanen 7 kilogram pare di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Amuntai pada Kamis (10/7/2026). Hasil panen tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang pertanian.

Panen dilakukan setelah tanaman pare memasuki masa produktif dengan perawatan yang dilakukan secara rutin oleh warga binaan. Mulai dari penyiraman, pemupukan, penyiangan gulma, hingga pengendalian hama, seluruh proses budidaya dikerjakan secara bersama-sama di bawah pendampingan petugas. Hasil panen kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas Amuntai.

Kalapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, mengatakan bahwa kegiatan pertanian merupakan salah satu media pembinaan yang efektif untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan etos kerja kepada warga binaan.

"Setiap hasil panen merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kebersamaan antara petugas dengan warga binaan. Melalui program ketahanan pangan ini, kami tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan, serta semangat kemandirian yang akan menjadi bekal berharga bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat," ujar Gusti Iskandarsyah.

Kegiatan budidaya pare menjadi salah satu program unggulan di sektor pertanian Lapas Amuntai. Selain mudah dibudidayakan, tanaman pare memiliki nilai ekonomis dan menjadi komoditas yang rutin dipanen. Keberhasilan panen ini menunjukkan konsistensi warga binaan dalam merawat tanaman hingga menghasilkan produk pertanian yang berkualitas.

Salah seorang warga binaan, Hikri, mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam proses budidaya hingga panen pare.

"Kami belajar banyak selama mengikuti kegiatan pertanian, mulai dari cara menanam, merawat, hingga memanen hasilnya. Rasanya bangga ketika melihat tanaman yang kami rawat tumbuh subur dan menghasilkan panen. Kegiatan ini membuat kami lebih menghargai proses, bekerja sama, dan bertanggung jawab," ungkap Rahmad.

Melalui panen 7 kilogram pare, Lapas Kelas IIB Amuntai terus menunjukkan komitmennya dalam menyelenggarakan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Program ketahanan pangan tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan lapas, tetapi juga menjadi sarana membekali warga binaan dengan keterampilan kerja dan pengalaman yang diharapkan dapat menjadi modal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidananya.

Type above and press Enter to search.