Hadapi Potensi Karhutla, Rutan Rantau Perkuat Sinergi dengan Satpol PP dan Damkar Tapin
Narasipublik – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui koordinasi lintas instansi. Pada Senin (07/09), jajaran Rutan Rantau melaksanakan silaturahmi dan koordinasi dengan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tapin yang berlangsung di Kantor Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin.
Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah kesiapsiagaan, penanganan, serta mitigasi apabila terjadi bencana karhutla yang berpotensi berdampak terhadap lingkungan Rutan. Koordinasi juga menjadi sarana untuk memperoleh informasi dan arahan dari instansi yang memiliki kompetensi dalam penanganan kebakaran, sekaligus memperkuat dukungan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam kondisi darurat.
Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menyampaikan bahwa kesiapan menghadapi bencana harus dibangun sebelum keadaan darurat terjadi. “Koordinasi dengan Satpol PP dan Damkar ini merupakan bentuk langkah antisipatif Rutan Rantau. Kami ingin memastikan komunikasi dan kerja sama sudah terbangun dengan baik sehingga apabila terjadi keadaan darurat, penanganannya dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Renaldi.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR), Muhammad Khadafi Al Faruq, menekankan pentingnya kesiapan jajaran pengamanan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan yang dapat muncul akibat bencana. “Karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran, tetapi juga dapat menimbulkan dampak terhadap kondisi lingkungan dan keamanan Rutan. Karena itu, petugas harus memahami langkah yang harus dilakukan serta berkoordinasi dengan pihak terkait ketika menghadapi situasi darurat,” ungkap Khadafi.
Melalui koordinasi tersebut, Rutan Rantau dan Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin berkomitmen memperkuat komunikasi serta sinergi dalam upaya mitigasi dan penanganan karhutla. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Rantau untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan petugas maupun Warga Binaan tetap menjadi prioritas.
Baca Juga:
