Gerak Penuh Makna, Lapas Amuntai Melalui Peserta Magang Kembangkan Seni Tari Warga Binaan Perempuan
NarasiPublik – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus menghadirkan berbagai kegiatan positif dalam mendukung proses pembinaan Warga Binaan. Salah satunya melalui pembinaan seni tari bagi Warga Binaan perempuan yang dilaksanakan bersama peserta magang pada bidang pembinaan, 2/10/2026.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi Warga Binaan perempuan untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang seni sekaligus mengisi waktu dengan aktivitas yang kreatif dan produktif. Peserta magang turut berperan dalam memberikan pendampingan serta mengajarkan gerakan-gerakan tari secara bertahap sesuai kemampuan para peserta.
Suasana pembinaan berlangsung penuh semangat. Para Warga Binaan mengikuti setiap gerakan yang diberikan dengan antusias, mulai dari pemanasan, pengenalan gerakan dasar, hingga latihan gerakan tari secara bersama-sama.
Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menyampaikan bahwa pembinaan seni merupakan salah satu bentuk kegiatan positif yang dapat mendukung pengembangan potensi Warga Binaan.
“Kami terus mendorong hadirnya kegiatan pembinaan yang beragam agar Warga Binaan dapat mengembangkan minat, bakat, kreativitas, dan rasa percaya diri. Melalui seni tari, mereka tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga belajar disiplin, kekompakan, dan bekerja sama,” ujar Gusti.
Menurutnya, keterlibatan peserta magang dalam kegiatan pembinaan juga menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman langsung dalam mendampingi proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami mengapresiasi peserta magang yang mau terlibat aktif dalam kegiatan pembinaan. Kehadiran mereka memberikan energi positif sekaligus membantu menciptakan suasana pembinaan yang lebih kreatif dan menyenangkan,” tambahnya.
Melalui pembinaan seni tari ini, Lapas Amuntai berharap Warga Binaan perempuan dapat terus mengembangkan potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta memiliki pengalaman positif yang dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Dari setiap gerakan, tumbuh kreativitas. Dari setiap proses pembinaan, tumbuh harapan untuk perubahan.
.jpeg)