NarasiPublik – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) turut menyaksikan secara langsung peresmian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anak Mandiri dan Perpustakaan Digital (E-Library) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu, Jumat (21/11/25). Kanwil Kemenkum Sulteng diwakili oleh Kepala Bidang Kekayaan Intelektual, Aida Julpha Tangkere, yang hadir mewakili dukungan penuh institusi terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi Anak Binaan.
Peresmian tersebut berlangsung meriah di Aula Utama LPKA Palu dan dihadiri oleh Wali Kota Palu Hadiyanto Rasyid, Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulteng Idham Khalid, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Hardi, jajaran UPT Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Kota Palu, Sigi, dan Donggala, serta berbagai komunitas yang selama ini terlibat dalam kegiatan pembinaan.
Kepala LPKA Palu, Welli, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan PKBM Anak Mandiri dan E-Library merupakan langkah strategis untuk memperkuat hak pendidikan serta memperluas akses literasi bagi Anak Binaan.
“Hadirnya fasilitas ini adalah wujud komitmen kami memastikan setiap Anak Binaan tetap memiliki kesempatan belajar yang layak dan berkelanjutan. Melalui PKBM dan E-Library, kami ingin mereka mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” tutur Welli.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan izin operasional PKBM Anak Mandiri, penandatanganan prasasti, pemotongan tumpeng, serta pemotongan pita yang menandai resmi beroperasinya fasilitas pendidikan tersebut.
Wali Kota Palu, Hadiyanto Rasyid, menyampaikan apresiasi atas terobosan LPKA Palu yang dinilainya sangat progresif dalam membangun kualitas pembinaan.
“Saya menyampaikan apresiasi tinggi kepada LPKA Palu yang terus berinovasi menghadirkan sarana pendidikan modern seperti PKBM dan E-Library. Ini adalah langkah nyata mempersiapkan anak-anak binaan agar kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik,” ungkap Hadiyanto.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Palu siap memberikan dukungan lanjutan melalui berbagai pelatihan keterampilan, seperti hidroponik dan membatik. “Pendidikan adalah jembatan masa depan. Saya berharap fasilitas ini dimanfaatkan maksimal agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan produktif,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan memberikan apresiasi atas komitmen LPKA Palu dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang humanis dan inklusif bagi Anak Binaan.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng Rakhmat Renaldy, melalui pernyataan resminya, memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas lahirnya PKBM Anak Mandiri dan E-Library tersebut.
“Langkah LPKA Palu ini merupakan contoh konkret pembinaan berbasis pemenuhan hak pendidikan. Kami di Kanwil Kemenkum Sulteng terus mendorong setiap UPT untuk menghadirkan layanan pembinaan yang bermutu, modern, dan berorientasi pada masa depan anak-anak binaan. PKBM dan E-Library ini adalah investasi penting bagi masa depan mereka,” ujar Rakhmat Renaldy.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan fasilitas PKBM dan E-Library serta penyerahan bantuan tablet dari Bank BRI KCP Sudirman untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran digital di LPKA Palu.
Peresmian ini menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan pembinaan yang lebih humanis, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Dengan dukungan seluruh pihak, PKBM Anak Mandiri dan E-Library menjadi harapan baru bagi Anak Binaan untuk mengakses pendidikan yang lebih layak dan berkelanjutan.
