TpA0TfOlGSG0GfO5BSMiTfA6BY==

Lapas Palu Terima Kunjungan Koperasi dan Lembaga Halal untuk Penguatan Produk UKM WBP

NarasiPublik -- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu menerima kunjungan dari pihak Koperasi dan Lembaga Halal dalam rangka melakukan peninjauan terhadap dua produk unggulan hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yaitu bawang goreng dan keripik pisang. Peninjauan ini menjadi langkah awal dalam proses pemenuhan persyaratan sertifikasi halal serta pengembangan pemasaran produk UMKM Lapas Palu, Selasa (09/12).

Kunjungan dimulai dengan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi, mulai dari tempat dan peralatan pengolahan, kebersihan area, bahan baku yang digunakan, hingga prosedur kerja yang diterapkan WBP. Tim dari Lembaga Halal melakukan verifikasi awal untuk memastikan bahwa seluruh tahapan pengolahan telah sesuai kaidah higienitas, keamanan pangan, dan prinsip-prinsip halal yang menjadi syarat dokumentasi sebelum masuk ke tahap audit lebih lanjut.

Sementara itu, pihak Koperasi turut melakukan penilaian terhadap potensi pemasaran, tampilan pengemasan, serta keberlanjutan produksi agar produk bawang goreng dan keripik pisang dapat memenuhi standar pasar yang lebih luas. Dalam proses ini, dilakukan juga diskusi teknis terkait penguatan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, serta strategi branding yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi program pembinaan kemandirian.

Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa peningkatan kualitas produk serta pemenuhan standar halal merupakan langkah penting untuk mendorong UMKM warga binaan agar bisa bersaing pada level yang lebih tinggi.

"Kami berkomitmen menjadikan produk bawang goreng dan keripik pisang ini sebagai ikon UMKM Lapas Palu. Sertifikasi halal sangat penting agar produk warga binaan dapat diterima lebih luas di masyarakat dan memiliki daya saing yang lebih kuat," ujar Kalapas Makmur.

Beliau juga menambahkan bahwa seluruh proses produksi terus diarahkan agar tidak hanya memenuhi standar usaha, tetapi juga memberikan ilmu dan keterampilan jangka panjang bagi warga binaan.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasinya atas upaya peningkatan kualitas UMKM di Lapas Palu.

"Pembinaan kemandirian harus terus ditingkatkan, dan peninjauan hari ini adalah bagian dari langkah maju menuju produk UMKM pemasyarakatan yang profesional. Standar halal dan kelayakan produksi harus dipenuhi agar hasil karya warga binaan dapat bersaing di pasar," kata Kakanwil.

Beliau juga mendorong agar Lapas Palu mempercepat proses perbaikan yang diperlukan sehingga sertifikasi halal dapat segera diraih.

Berdasarkan hasil kunjungan tersebut, Lapas Palu berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi teknis dari pihak Koperasi dan Lembaga Halal. Optimalisasi proses produksi akan terus dilakukan sebagai bagian dari peningkatan premi WBP sekaligus kontributor PNBP melalui pemasaran produk unggulan lapas. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai standar pembinaan kemandirian.

Type above and press Enter to search.