NarasiPublik – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu Kanwil Ditjenpas Sulteng melaksanakan asesmen dasar bagi anak binaan melalui Psikotes Rothwell-Miller Interest Blank (RMIB). Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 (dua) hari pada hari Senin dan Kamis, (1/12/25) dan(4/12/25), dipandu oleh peserta magang dari jurusan Psikologi dan didampingi langsung oleh petugas kesehatan LPKA Palu.
Psikotes RMIB dipilih sebagai instrumen asesmen karena kemampuannya dalam memetakan 12 bidang minat kerja yang berbeda, seperti teknis, klerikal, artistik, hingga sosial.
Tujuan utama dari pelaksanaan psikotes ini adalah:
• Mengidentifikasi minat dan bakat spesifik anak binaan sebagai dasar untuk program keterampilan dan pelatihan vokasi.
• Menyediakan data asesmen komprehensif yang akan digunakan oleh petugas pembinaan dalam menyusun rencana individualisasi pembinaan.
• Membantu anak binaan mengenali potensi diri dan menentukan jalur karier yang sesuai setelah mereka kembali ke masyarakat.
Sebanyak 20 orang anak binaan LPKA Kelas II Palu mengikuti pelaksanaan psikotes ini dengan antusias. Psikotes RMIB merupakan alat penting yang digunakan untuk mengidentifikasi minat kerja dan kecenderungan aktivitas spesifik dari anak binaan. Data yang diperoleh dari hasil tes ini menjadi bagian krusial dari asesmen dasar yang menentukan arah dan jenis program pembinaan yang akan diberikan selama mereka berada di LPKA.
Kegiatan dimulai dengan penjelasan instruksi pengerjaan yang mendetail, diikuti dengan pembagian lembar jawaban. Peserta magang dan petugas LPKA Palu melakukan pemantauan ketat selama proses pengisian berlangsung untuk memastikan semua anak binaan memahami dan mengerjakan tes dengan benar. Sesi tanya jawab singkat terkait teknis pengerjaan juga dibuka untuk menghilangkan keraguan.
Kepala LPKA Kelas II Palu, Welli, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ini.
"Program pembinaan di LPKA harus berbasis data, dan Psikotes RMIB ini adalah fondasi penting untuk memetakan potensi dan minat mereka. Kami tidak hanya ingin membina, tapi juga mempersiapkan mereka agar memiliki keterampilan kerja yang relevan setelah kembali ke masyarakat. Hasil tes ini akan memandu kami dalam menyusun program keterampilan yang paling cocok untuk masing-masing anak," ujar beliau.
Sementara itu, Dwi salah satu peserta magang dari jurusan Psikologi yang memimpin sesi ini, menjelaskan pentingnya perannya.
"Kami memastikan proses tes berjalan lancar dan kondusif. RMIB membantu kami melihat gambaran minat profesional anak-anak ini, apakah mereka cenderung ke bidang mekanik, artistik, klerikal, atau lainnya. Pendampingan dari petugas kesehatan juga penting untuk memastikan kondisi mental dan fisik anak binaan mendukung kelancaran tes. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga dalam menerapkan teori psikologi secara langsung untuk tujuan rehabilitasi dan pembinaan," tutupnya.
Pelaksanaan psikotes RMIB ini menegaskan komitmen LPKA Kelas II Palu dalam memberikan pembinaan yang holistik dan berbasis kebutuhan bagi anak binaan, mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang produktif dan berdaya saing setelah menjalani masa pidana.
