Narasipublik – Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan pada layanan kunjungan pasca Hari Raya Idulfitri (24/03/2026). Sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WITA, puluhan keluarga berdatangan untuk melepas rindu dengan orang-orang tercinta yang tengah menjalani masa pembinaan.
Sebelum pelaksanaan layanan kunjungan dimulai, seluruh petugas terlebih dahulu mengikuti apel pagi sebagai bentuk kesiapan dan penguatan koordinasi. Apel ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Tercatat sebanyak 76 orang pengunjung hadir dalam layanan tersebut, dengan 36 warga binaan mendapatkan kesempatan berharga untuk bertemu langsung dengan keluarga mereka. Momen ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Karang Intan dalam menghadirkan pelayanan yang humanis dan bermakna, khususnya setelah momentum Lebaran yang identik dengan kebersamaan.
Di balik pengawasan yang tetap ketat, suasana kunjungan berlangsung tertib, aman, dan penuh kehangatan. Senyum, pelukan, serta percakapan sederhana menjadi pengobat rindu yang selama ini terpendam.
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa layanan kunjungan pasca Lebaran ini merupakan bagian penting dari pembinaan berbasis kemanusiaan.
“Kami memahami bahwa momen Lebaran adalah waktu yang sangat berarti bagi setiap keluarga. Melalui layanan kunjungan ini, kami ingin menghadirkan kembali kebahagiaan sederhana bagi warga binaan dan keluarganya. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi juga bagian dari proses pemulihan emosional yang sangat penting dalam pembinaan,” ujar Yugo.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga keseimbangan antara keamanan dan pendekatan humanis dalam setiap layanan yang diberikan.
Sementara itu, Danang, selaku staf KPLP yang bertugas membantu pengawasan di Pintu 2, mengungkapkan bahwa kelancaran kegiatan ini tidak lepas dari kerja sama seluruh petugas.
“Kami memastikan setiap proses berjalan sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan hingga pengawasan selama kunjungan berlangsung. Namun di balik itu, kami juga berusaha memberikan pelayanan yang ramah agar keluarga merasa nyaman. Melihat mereka bisa bertemu dan tersenyum kembali, itu menjadi kepuasan tersendiri bagi kami,” tutur Danang.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan yang tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Melalui layanan kunjungan seperti ini, diharapkan hubungan keluarga tetap terjaga, sehingga menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
