TpA0TfOlGSG0GfO5BSMiTfA6BY==

7 Alasan Lantai Epoxy Bisa Licin dan Berbahaya

 

Narasiublik.com - Epoxy lantai sering digunakan di area pabrik hingga gedung perkantoran. Hal ini disebabkan karena ketahanannya yang cukup kuat terhadap abrasi dan benturan. Selain itu, epoxy juga cenderung lebih mudah dibersihkan.

Namun, permukaan bisa menjadi licin dan berbahaya karena berbagai alasan. Berikut sejumlah alasan yang perlu Anda perhatikan untuk mencegahnya terjadi.

Alasan Epoxy Lantai Bisa Licin dan Berbahaya

Epoxy merupakan pelapis yang membuat lantai menjadi lebih keras dengan tampilan bersih. Bagaimanapun juga, permukaan dapat menjadi licin sehingga membahayakan orang-orang yang berlalu-lalang di atasnya karena aneka alasan berikut:

  • Tidak Ada Tambahan Anti-Slip

Salah satu bahan dasar epoxy adalah resin. Bahan tersebut dapat mengeras sehingga membuat permukaan menjadi padat dan sangat rata. Hal inilah yang membuat epoxy sering dipilih sebagai pelapis permukaan.

Proses aplikasi pelapis tersebut perlu diperhatikan. Bila tidak ada tambahan material agregat, maka permukaan tidak mempunyai daya cengkeram sama sekali saat bergesekan dengan barang atau orang di atasnya.

Hal inilah yang membuat lantai menjadi lebih licin. Alhasil, pengguna ruangan bisa terpeleset terutama saat menggunakan alas kaki tertentu yang bisa menyebabkan selip, seperti berbahan karet. Itulah mengapa agregat kasar perlu ditambahkan.

  • Terlalu Halus

Epoxy lantai memang memiliki tampilan mulus dengan estetika tinggi. Tampilan ini bisa diperoleh dengan proses yang menggunakan trowel sebagai alat khusus untuk meratakannya.

Namun bila proses tersebut dilakukan secara berlebihan, permukaan akan menjadi terlalu halus hingga menghilangkan tekstur alaminya. Alhasil, lantai kehilangan daya cengkeramnya.

Bila daya cengkeram hilang, maka gaya gesek antara alas kaki dengan lantai semakin kecil. Dengan demikian, risiko terpeleset pun akan semakin tinggi. Itulah mengapa durasi proses ini perlu diperhatikan.

  • Terkena Zat Cair

Seperti yang telah diketahui, keberadaan zat cair bisa membuat lantai menjadi licin. Terlebih lagi jika lantai tersebut dilapisi epoxy yang bersifat kedap sehingga air tidak bisa terserap ke dalam.

Dengan sifat seperti ini, air akan tetap menggenang di permukaan. Genangan ini yang membuat kondisi aquaplaning terjadi, yaitu adanya lapisan licin antara lantai dengan alas kaki.

Lapisan licin tersebut tentu akan membuat seseorang mudah terpeleset. Terlebih lagi bila ia sedang tidak fokus atau menggunakan alas kaki dengan bahan mudah selip. Itulah mengapa genangan air di atas permukaan epoxy perlu segera dikeringkan.

  • Terkena Debu atau Kotoran Halus

Ada berbagai faktor penyebab permukaan epoxy lantai menjadi berdebu dan kotor. Misalnya adalah lingkungan yang memang penuh dengan polusi. Selain itu, aplikasi epoxy yang kurang maksimal juga bisa membuat debu muncul dari lantai beton.

Partikel-partikel halus dari kotoran halus tersebut bisa berubah menjadi bantalan peluru sehingga alas kaki tidak bisa mencengkeram lantai dengan baik. Hasilnya, kaki akan mudah terpeleset saat melewatinya.

Untuk mengatasinya, Anda perlu membersihkan permukaan epoxy secara rutin agar terbebas dari debu dan kotoran. Selain itu, aplikasinya juga perlu diperhatikan agar tidak mudah dusting.

  • Aplikasi Terlalu Glossy

Epoxy kerap membuat permukaan menjadi terlihat glossy. Tampilan ini bisa membuat ruangan menjadi lebih modern, lapang, luas, dan terang sehingga estetikanya pun meningkat.

Namun jika terlalu glossy, gaya gesek yang dimiliki oleh lantai menjadi lebih kecil. Akibatnya, seseorang bisa mudah terpeleset saat berjalan di atasnya. Hal ini diperparah dengan penggunaan alas kaki yang mudah selip.

Untuk mengantisipasinya, Anda bisa menggunakan agregat kasar. Selain itu, ada juga epoxy yang terbuat dari bahan khusus yang memiliki gaya gesek cukup tinggi sehingga layak untuk dipertimbangkan. Misalnya adalah Sikafloor®-161 HC Screed.

Epoxy ini terbuat dari mortar screed dengan tampilan tidak licin. Aplikasinya tergolong mudah dengan kemampuan rekat sangat bagus. Menariknya, pelapis tersebut bebas dari bahan pelarut.

Hasil akhirnya memiliki ketahanan terhadap abrasi dan kekuatan mekanis yang tinggi. Sifatnya sendiri permeable terhadap uap air

  • Lantai Aus

Epoxy lantai memang bisa memberi gaya gesek terhadap alas kaki dengan kondisi tertentu. Namun dalam jangka waktu lama, gaya tersebut akan mengecil sehingga membuat permukaan menjadi lebih licin.

Kondisi ini terjadi karena gesekan antara alas kaki maupun benda lain secara terus-menerus bisa menggerus lantai. Akibatnya, permukaan menjadi aus sehingga kehilangan teksturnya.

Itulah mengapa lantai perlu dilapisi ulang dengan epoxy dalam kurun waktu tertentu. Prosesnya harus dilakukan dengan baik agar dapat melapisi permukaan dengan maksimal.

  • Penggunaan Bahan Pembersih yang Salah

Permukaan lantai perlu dibersihkan secara berkala agar terbebas dari debu. Dengan demikian, permukaan tersebut tetap bersih, higienis, dan mencegah pengguna ruangan terpeleset akibat tumpukan kotoran.

Namun perlu diperhatikan bahwa sebagian bahan pembersih lantai mengandung silikon atau lilin. Bahan tersebut mampu meninggalkan residu tipis yang membuat lantai menjadi lebih licin. Jadi, Anda perlu memilih pembersih dengan bijak.

Memaksimalkan Permukaan dengan Sika

Sejumlah alasan di atas bisa membuat lantai epoxy menjadi lebih licin dan berbahaya. Namun, hal tersebut tetap dapat diminimalkan dengan menggunakan epoxy yang tepat, seperti dari Sika.

Sika telah berpengalaman selama 115 tahun dalam menangani aneka proyek global, seperti Terowongan Bawah Tanah London pada tahun 2013. Selain itu, Sika juga merupakan pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia untuk kebutuhan proyek Anda.

Epoxy lantai Sika tidak hanya memberi tampilan estetika, namun juga mampu melindungi para pengguna ruangan maupun permukaan beton itu sendiri. Menariknya, Sika juga didukung oleh tim profesional untuk konsultasi kebutuhan Anda yang dapat dihubungi melalui Kontak/Dukungan Sika Indonesia.

Type above and press Enter to search.