TpA0TfOlGSG0GfO5BSMiTfA6BY==

Lapas Palu Perkuat Pembinaan Kerohanian WBP Nasrani Melalui Ibadah Rutin

Newsindonesia – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Kristen di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu mengikuti kegiatan ibadah rutin yang dilaksanakan di Gereja Oikumene Jemaat Kalvari Lapas Palu, Selasa (02/06/2026) pukul 09.00 WITA hingga selesai.

Ibadah kali ini dipimpin oleh Pdt. Ivon Timparosa, S.Th dari IFGF Palu dan diikuti dengan penuh khidmat oleh warga binaan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kerohanian yang secara berkelanjutan diberikan kepada warga binaan guna memperkuat iman, moral, dan karakter selama menjalani masa pembinaan.

Dalam khotbahnya yang diambil dari Lukas 23:39-43, Pdt. Ivon Timparosa menyampaikan pesan tentang kasih karunia dan keselamatan yang diberikan Tuhan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ia menegaskan bahwa keselamatan bukan ditentukan oleh seberapa lama seseorang hidup dalam kebaikan, melainkan kepada siapa seseorang menaruh kepercayaan.

“Keselamatan bukan soal berapa lama kita baik, tetapi kepada siapa kita percaya. Yesus tidak menuntut kesempurnaan, melainkan hati yang datang dan percaya kepada-Nya. Di mana pun berada, termasuk di dalam Lapas, setiap orang dapat merasakan damai, pengampunan, dan harapan baru bersama Tuhan,” pesannya.

Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu program penting dalam mendukung proses pembentukan karakter dan pemulihan mental warga binaan.

“Melalui kegiatan ibadah rutin ini, kami berharap warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat nilai-nilai moral, serta memiliki semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Makmur.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, menegaskan pentingnya pembinaan keagamaan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial warga binaan.

“Pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kesadaran diri, serta mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan sikap dan perilaku yang lebih baik,” ungkapnya.

Kegiatan ibadah berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh khidmat di bawah pengawasan petugas. Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Palu terus berkomitmen memberikan pembinaan kepribadian dan kerohanian secara berkelanjutan bagi seluruh warga binaan.

Type above and press Enter to search.