TpA0TfOlGSG0GfO5BSMiTfA6BY==

Sidang TPP Rutan Rantau Bahas Usulan Tamping, Wujudkan Pembinaan Berbasis Penilaian Objektif


Narasipublik – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rantau melaksanakan Kegiatan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), Sabtu (04/07), bertempat di ruang sidang Rutan Kelas IIB Rantau. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari mekanisme pembinaan yang bertujuan untuk memberikan penilaian secara objektif terhadap warga binaan yang diusulkan sebagai tamping, sehingga pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan dan prinsip kehati-hatian.

Sidang TPP dipimpin oleh Ketua Sidang TPP dan dihadiri Kepala Rutan Kelas IIB Rantau bersama tujuh orang Tim Pengamat Pemasyarakatan yang terdiri dari satu orang ketua dan enam orang anggota. Dalam sidang tersebut, tim membahas usulan penempatan tamping terhadap 14 orang warga binaan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari perilaku selama menjalani masa pidana, tingkat kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib, hingga hasil pembinaan yang telah diikuti.

Kepala Rutan Kelas IIB Rantau, Renaldi Hutagalung, menegaskan bahwa Sidang TPP merupakan forum penting dalam menentukan setiap rekomendasi pembinaan berdasarkan penilaian yang objektif, transparan, dan akuntabel. "Seluruh keputusan yang dihasilkan dalam Sidang TPP didasarkan pada hasil evaluasi menyeluruh terhadap perilaku dan perkembangan warga binaan. Penetapan tamping bukan hanya sebagai bentuk kepercayaan, tetapi juga merupakan bagian dari proses pembinaan yang harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Renaldi Hutagalung.

Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Darmawan Saputra, menjelaskan bahwa usulan tamping diberikan kepada warga binaan yang memenuhi persyaratan administratif maupun substantif serta menunjukkan perubahan perilaku yang positif. "Melalui Sidang TPP, setiap usulan dibahas secara cermat oleh seluruh anggota tim agar keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan hasil pembinaan yang telah dijalani warga binaan. Harapannya, penunjukan tamping dapat menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terus menunjukkan sikap disiplin dan berperilaku baik," ungkap Darmawan Saputra.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Muhammad Khadafi Al Faruq, menyampaikan bahwa keberadaan warga binaan yang ditunjuk sebagai tamping juga diharapkan dapat mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan. "Tamping memiliki peran membantu kelancaran kegiatan pembinaan maupun aktivitas sehari-hari di dalam rutan. Oleh karena itu, pemilihannya harus melalui proses penilaian yang matang agar dapat menjadi contoh positif bagi warga binaan lainnya sekaligus mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Rutan Kelas IIB Rantau," tuturnya.

Type above and press Enter to search.