TpA0TfOlGSG0GfO5BSMiTfA6BY==

Membangun Kepercayaan Publik, Kemenkum Sulteng Asah Kemampuan Komunikasi Pegawai

NarasiPublik – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) menghadiri kegiatan Pembukaan Pelatihan Profesional Public Speaking Angkatan II Tahun Anggaran 2025, yang resmi digelar pada tanggal 24–27 Agustus 2025 di Balai Diklat Hukum Sulawesi Utara. Kegiatan ini menggunakan metode pembelajaran klasikal, dengan menghadirkan para narasumber berpengalaman di bidang komunikasi publik.

Pelatihan ini menjadi bagian dari agenda Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum untuk meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Hukum, khususnya pada aspek keterampilan berbicara di depan umum.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut seluruh perwakilan Kantor Wilayah se-Indonesia, termasuk Kemenkum Sulteng yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah, Rakhmat Renaldy. Dalam sambutannya, Kepala BPSDM Hukum menekankan pentingnya kemampuan public speaking bagi pegawai Kementerian Hukum, karena menjadi wajah utama dalam menyampaikan pesan kelembagaan kepada masyarakat.

“Seorang aparatur dituntut bukan hanya mampu bekerja dengan baik, tetapi juga mampu menyampaikan ide, gagasan, dan kebijakan secara jelas, sistematis, dan meyakinkan. Pelatihan ini akan membekali peserta untuk menjadi komunikator publik yang profesional dan adaptif terhadap tantangan era digital,” ujarnya. Senin, (25/8/2025).

Public speaking menjadi kompetensi yang strategis di era modern. Bagi ASN di lingkungan Kemenkum, kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya dibutuhkan dalam forum resmi, tetapi juga dalam menyampaikan layanan, memberikan penyuluhan hukum, hingga membangun kepercayaan publik.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai unit utama dan kantor wilayah Kemenkumham. Selama empat hari, para peserta akan mengikuti berbagai materi antara lain:

Teknik vokal dan artikulasi,

Penguasaan bahasa tubuh,

Penyusunan materi presentasi,

Strategi komunikasi persuasif,

Simulasi berbicara dalam forum resmi maupun non-formal.

Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan pengembangan kompetensi seperti ini. Menurutnya, public speaking adalah keterampilan yang menjadi modal utama bagi setiap pejabat maupun pegawai Kemenkum.

“Kami melihat pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan organisasi. Pegawai Kemenkum tidak hanya dituntut kompeten secara teknis, tetapi juga harus bisa menjadi komunikator publik yang mampu menjelaskan setiap kebijakan dan layanan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Ini sejalan dengan semangat Kemenkum yang bersih, melayani, dan profesional,” ungkap Rakhmat Renaldy.

Lebih lanjut, ia berharap agar para peserta, khususnya dari Kanwil Kemenkum Sulteng, dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh semangat. Dengan begitu, ilmu yang didapat bisa diaplikasikan dalam tugas sehari-hari, baik di internal organisasi maupun dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan terbangun citra positif Kementerian Hukum di mata publik. ASN yang fasih berbicara, mampu menjelaskan kebijakan secara lugas, dan memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Kemenkum dalam mencetak SDM unggul, adaptif, dan responsif terhadap tantangan zaman. Bukan hanya sekadar kemampuan teknis, namun juga kecakapan soft skills yang menjadi faktor penting dalam mendukung pelayanan hukum yang berkualitas.

Pelatihan Profesional Public Speaking Angkatan II Tahun Anggaran 2025 di Balai Diklat Sulut ini pun menjadi langkah nyata dalam membangun aparatur yang cakap berbicara, tangguh menghadapi tantangan, dan siap menjadi corong informasi kelembagaan yang kredibel.

Type above and press Enter to search.