NarasiPublik – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan, Erwedi Supriyatno, memberikan pengarahan perdana kepada seluruh jajaran pegawai Kanwil, Rabu (24/6). Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kinerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Erwedi menegaskan bahwa Kanwil memiliki peran strategis sebagai pembina Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. Oleh karena itu, jajaran Kanwil harus mampu menunjukkan kinerja terbaik, memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap tugas dan fungsi, serta menjadi tempat konsultasi dan solusi bagi seluruh UPT di Kalimantan Selatan.
“Kita adalah pembina UPT. Kanwil harus lebih baik, harus mampu menjawab permasalahan, menjadi tempat bertanya, dan memberikan solusi. Jangan sampai kita justru menjadi bagian dari masalah,” tegas Erwedi.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk memanfaatkan momentum saat ini sebagai langkah memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas kinerja. Menurutnya, keberhasilan organisasi hanya dapat dicapai melalui kekompakan, sinergi, dan komitmen bersama.
“Mari kita rapatkan barisan untuk bekerja lebih baik lagi. Kita harus bersama-sama membangun Pemasyarakatan Kalimantan Selatan agar menjadi salah satu wilayah yang diperhitungkan oleh pusat dan mampu bersaing dengan wilayah lain,” ujarnya.
Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, Erwedi menginstruksikan seluruh bidang dan tim kerja untuk melaksanakan morning briefing setiap hari. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk mengevaluasi pekerjaan, mengidentifikasi kendala, membahas solusi, serta menyusun langkah kerja yang akan dilaksanakan pada hari berjalan.
“Setiap pagi harus ada briefing. Bahas apa yang sudah dikerjakan, kendala yang dihadapi, dan apa yang harus dilakukan hari ini. Dengan komunikasi yang baik, pekerjaan akan lebih terarah dan target organisasi lebih mudah dicapai,” katanya.
Erwedi juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap setiap permintaan data maupun laporan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Menurutnya, kecepatan, ketepatan, dan kemampuan mengantisipasi kebutuhan organisasi menjadi salah satu indikator profesionalisme jajaran Kanwil.
“Setiap ada permintaan data dari pusat harus segera dipenuhi. Jangan menunggu diingatkan. Kita harus cepat, tepat, dan mampu mengantisipasi kebutuhan organisasi agar Kalimantan Selatan semakin diperhitungkan dan berprestasi,” ungkapnya.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh pegawai untuk menjaga disiplin, perilaku, dan penampilan sebagai representasi institusi. Penguatan khusus juga diberikan kepada para dokter yang baru dilantik agar menghayati sumpah profesi dan terus mengembangkan kompetensi di mana pun bertugas.
Pada kesempatan tersebut, Erwedi kembali menegaskan pentingnya pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya delapan program yang menjadi fokus di lingkungan Pemasyarakatan. Program-program tersebut mencakup penguatan pengamanan melalui razia dan tes urine, penanganan overkapasitas, penyelenggaraan dapur sehat, pemenuhan makanan bergizi bagi warga binaan, pendidikan kesetaraan, hingga penguatan program pembinaan dan reintegrasi sosial.
Ia juga mendorong seluruh jajaran untuk fokus pada pencapaian target kinerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, termasuk pemenuhan hak integrasi warga binaan serta pengembangan program desa binaan sebagai bagian dari upaya memperkuat keberhasilan reintegrasi sosial.
“Berikan layanan terbaik kepada masyarakat dan seluruh pengguna layanan. Ketika kita bekerja dengan tulus dan memberikan yang terbaik, hasil terbaik juga akan mengikuti. Jadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian dan kesempatan untuk membantu sesama,” pesan Erwedi.
Kakanwil berharap seluruh jajaran Kanwil Ditjenpas Kalimantan Selatan semakin solid, profesional, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, sekaligus mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas Pemasyarakatan di Kalimantan Selatan.
