NarasiPublik – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Amuntai menggelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Tahun 2026 di halaman kantor Lapas, Senin (29/6/2026). Upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan semarak melalui penggunaan pakaian adat dari berbagai daerah oleh seluruh peserta upacara sebagai wujud penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia sekaligus memperkuat semangat persatuan.
Peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan peran ayah dalam membangun keluarga yang harmonis, memberikan kasih sayang, pendidikan, perlindungan, serta menjadi teladan bagi anak-anak. Tema tersebut juga menjadi pengingat bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas dan berkarakter.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Kepala Lapas Kelas IIB Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menyampaikan amanat mengenai pentingnya ketahanan keluarga sebagai pondasi pembangunan bangsa. Menurutnya, nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab yang tumbuh dalam keluarga harus terus dipelihara dan menjadi budaya, baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan kerja.
Dalam amanatnya, Kalapas juga menekankan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan warga binaan. Dukungan moral, perhatian, serta kasih sayang dari keluarga menjadi motivasi bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kalapas Amuntai, Gusti Iskandarsyah, mengatakan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan pentingnya peran keluarga dalam kehidupan setiap insan.
"Tema 'Ayah Wajib Hadir' mengandung makna yang sangat mendalam. Kehadiran seorang ayah bukan hanya secara fisik, tetapi juga dalam memberikan perhatian, kasih sayang, pendidikan, dan teladan bagi keluarga. Nilai-nilai inilah yang juga kami tanamkan dalam proses pembinaan warga binaan, karena keluarga yang kuat akan melahirkan pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab," ujar Gusti.
Ia menambahkan, penggunaan pakaian adat dalam upacara menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman budaya Indonesia.
"Keberagaman adalah kekuatan bangsa. Melalui penggunaan pakaian adat pada peringatan Hari Keluarga Nasional ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat persaudaraan, serta mengingatkan bahwa keluarga merupakan tempat pertama untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan karakter yang baik," tambahnya.
Upacara diikuti oleh seluruh pejabat struktural, pegawai, CPNS, serta mahasiswa magang di lingkungan Lapas Kelas IIB Amuntai. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat, mencerminkan komitmen seluruh jajaran dalam mendukung pembangunan keluarga yang tangguh sebagai pondasi terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas, sejalan dengan semangat Hari Keluarga Nasional Tahun 2026.
